Komponen & Cara Kerja Drone Yang Perlu Diketahui

02 April
Mengetahui Cara Kerja Drone Serta Komponennya - Hai sobat TeknoPlug.com, sudah tahu bagaimana cara kerja drone ? Drone sekarang sangat banyak kegunaannya lho, mulai untuk pemetaan, pertanian, hingga pertahanan.

Drone adalah pesawat tanpa awak atau pesawat nir awak. Secara spesifik drone merupakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau kendaraan udara tanpa pilot. Sejarah drone tidak terlepas dari situasi perang. Awalnya drone diciptakan untuk pengintaian. Kemudian untuk meningkatkan kualitas hidup manusia drone dikembangkan sesuai kebutuhan penggunaannya. Misalnya untuk penelitian. Cara kerja drone juga turut berkembang sesuai teknologi terbaru.

Contohnya cara kerja drone untuk pemetaan wilayah yang dipadukan dengan teknologi satelit dan GIS. Contoh lainnya yaitu cara kerja drone pada pertanian yang disesuaikan dengan tujuan dan permasalahannya, misalnya apakah untuk mengetahui sebaran hama dan sebagainya.

Prinsip-prinsip aerial, turbulensi, elektrisitas, serta pengendali jarak jauh sangat penting dalam pembuatan, penggunaan, dan pengembangan drone saat ini.
cara kerja drone

Komponen Serta Prinsip Kerja Drone Yang Perlu Diketahui

Seperti tadi sempat disinggung cara kerja drone menggunakan prinsip-prinsip aerial, turbulensi, serta elektrisitas. Komponen-komponen yang harus tersedia agar prinsip-prinsip tersebut bisa diterapkan sehingga cara kerja drone bisa berfungsi adalah seperti uraian berikut ini.

Jenis-Jenis Drone Berdasarkan Baling-Baling

Berdasarkan baling-balingnya, Drone terbagi atas Fixed Wing Drone dan Multicopter Drone.

1. Fixed Wing Drone (Baling-Baling Tunggal)

Drone dengan baling-baling tunggal biasanya punya kecepatan tinggi dengan daya jangkau lebih luas. Cara kerja drone terbang berbaling-baling tunggal menggunakan prinsip kerja yang sama dengan pesawat terbang/pesawat komersil. Motornya diletakkan horizontal sehingga baling-balingnya bisa menggerakkan badan drone secara horizontal pula. Sayap dan badan dibuat aerodinamis agar daya angkat lebih maksimal pada saat bergerak horizontal.

Cara kerja fixed wing drone ini lebih sering digunakan untuk pemetaan (mapping) serta scanning dengan baterai yang lebih irit.

2. Multi Copter/ Multi Rotor Drone

Berbeda dengan Fixed Wing, drone multi rotor cara kerjanya lebih mirip dengan helikopter dimana motornya diposisikan secara vertikal sehingga baling-baling akan membuat daya angkat juga secara vertikal.

Cara kerja drone terbang berbaling-baling banyak (multi) ini lebih cocok untuk membuat video udara, karena lebih stabil. Selain itu karena baling-balingnya banyak daya angkut drone jadi lebih kuat dan lebih aman.

Drone multi copter ini antara lain sebagai berikut :
  • Drone 3-motor (tricopter)
  • Drone 4-motor (quadcopter)
  • Drone 6-motor (hexacopter)
  • Drone 8-motor (oktacopter)

Komponen Utama Dalam Drone Dan Cara Kerjanya

Drone 4-motor (quadcopter) merupakan role model drone secara umum. Bila kita berbicara drone quadcopter, maka komponen-komponen utamanya antara lain yaitu :

Gambar cara kerja drone
Konfigurasi kerangka/frame drone berikut posisi motor dan baling-baling (sumber: mbengkelyuk)


Kerangka (Frame)

Dalam dunia drone, kerangka atau frame atau rig menjadi komponen utamanya. Khususnya quadcopter (drone 4-motor) punya desain seperti huruf "X" dan "+" pada ujung kerangka, yang akan menentukan kemana arah muka pengendalinya (flight controller) menghadap. 

Ukuran drone sendiri harus menyesuaikan panjang diagonal kerangkanya. Itu sebabnya drone quadcopter lebih kecil ukurannya dibandingkan drone octacopter, karena desain kerangka quadcopter umumnya 450mm, 330mm, 250mm dan lebih kecil lagi sementara octacore panjang diagonal kerangkanya 550mm atau lebih.

Komponen-Komponen Pendukung Drone Dan Cara Kerjanya


1. Motor Serta Baling-Baling

Agar drone bisa terbang maka komponen berikutnya yang paling dibutuhkan adalah motor dan baling-baling. Pada drone quadcopter terdapat 2 motor yang menggerakan baling-baling searah jarum jam sementara 2 motor lainnya menggerakan baling-baling berlawanan arah jarum jam. Hal ini sesuai dengan hukum torsi pada ilmu fisika, dimana motor yang menggerakkan baling-baling searah jarum jam akan menghilangkan torsi yang ditimbulkan oleh pergerakan baling-baling yang berlawanan arah jam. Demikian pula sebaliknya torsi yang ditimbulkan oleh pergerakan baling-baling searah jarum jam akan dihilangkan oleh pergerakan baling-baling yang berlawan arah jarum jam. 

Motor ini dilengkapi oleh baut pengunci motor (propeler cap) dengan warna yang berbeda. Umumnya baling-baling yang bergerak searah jarum jam propeler cap-nya berwarna hitam, dan propeler cap yang berlawanan arah diwarnai merah atau silver.

2. Pengendali Utama (Flight Controller)

Pengendali utama atau flight controller ini berbentuk seperti komputer mini yang dipasang pada drone. Pengendali ini berfungsi untuk mengumpulkan informasi arah, kecepatan, ketinggian, kemiringan dan sebagainya sehingga drone tetap pada kondisi stabil. Semakin banyak sensor yang ditanam, semakin banyak informasi yang bisa diolah. Misalnya Accelerometer, Magnetometer, Gyroscope, Barometer, dan GPS. 

3. Pengendali Kecepatan Elektronik

Pengendali kecepatan elektronik atau sering disingkat ESC (Electronic Speed Controller) berfungsi untuk menerjemahkan perintah dari Flight Controller, sehingga ketika pengendali utama memerintahkan agar 2 motor menggerakkan baling-baling lebih cepat dari yang lainnya maka ESC akan menerjemahkannya kemudian mengubah daya listrik.  

4. Baterai

Baterai merupakan komponen penting, khususnya agar drone dapat terbang dan juga sebagai daya pada radio controller. Bila sebuah drone membutuhkan daya yang besar karena motor-motornya yang berdaya besar atau karena berat total drone besar, tentu saja diperlukan baterai dengan daya yang besar pula.

5. Radio Controller, Transmitter, Receiver

Untuk mengendalikan drone maka dibutuhkan sebuah pengendali jarak jauh menggunakan frekuensi radio (Radio Controller). Pengendali ini membutuhkan alat pemancar (transmitter) serta penerima (receiver). Pemancar selalu berada di tangan kita, sementara penerima terletak pada drone yang terhubung langsung dengan flight controller.

Prinsip Dan Cara Kerja Drone Yang Lebih Modern

Komponen utama dan pendukung dalam drone sangat mempengaruhi fungsi dan cara kerja drone itu sendiri. Dengan kata lain semua prinsip dan cara kerja drone bisa terjadi bila seluruh komponen tersebut ada dan berfungsi. Secara ringkas, prinsip kerja drone adalah mengubah energi mekanik menjadi energi gerak.
Konfigurasi komponen berikut prinsip kerja serta cara kerja drone terlihat pada gambar berikut ini :

Urutan Cara Kerja Drone Berikut Komponen Untuk Menerbangkan Drone (sumber :mbengkelyuk)
Cara kerja drone sekarang sudah lebih luas, lebih canggih, dan beberapa diantaranya terintegrasi dengan sistem satelit, dan sistem komputer. Di Indonesia sistem ini dikenal dengan PTTA (Pesawat Terbang Tanpa Awak). Ini karena belum ada satupun pesawat nir awak yang bisa digunakan untuk multi misi (drone yang digunakan untuk mengerjakan banyak misi).

Sebagai contoh bila misinya adalah untuk melakukan identifikasi atau pencitraan terhadap objek bergerak di daerah berkontur dinamis (terdapat kemiringan yang berbeda baik datar, lembah, atau pebukitan dalam satu kawasan) bervegetasi hutan dan minim infrastruktur maka jenis drone yang digunakan adalah gabungan tipe pesawat sport, trainer, dan trainer glider yang mudah dikendalikan, stabil, bisa terbang rendah, bisa melayang.

Hebatnya lagi, cara kerja drone saat ini bisa berfungsi lewat aplikasi smartphone sehingga cara menerbangkan drone jadi lebih mudah dengan menjadikan ponsel sebagai controller-nya.

Penggunaan GPS juga menjadi salah satu titik tolak perkembangan drone modern. Dengan adanya GPS ini data-data yang terkumpul selama drone diterbangkan dengan mudah dapat diolah menjadi data-data penting sesuai kebutuhan.

Video cara kerja baling-baling drone kalau disimulasikan lewat komputer seperti berikut ini : 


Lalu bagaimana cara agar bisa menerbangkan drone ?

Baca Tipsnya : Cara Cepat Bisa Menerbangkan Drone Bagi Pemula.
Bagaimana Membuat Drone Sendiri
Bagi anda yang ingin memiliki sebuah drone, anda bisa memulainya dengan membuat drone sendiri dari barang bekas. Baca juga : Membuat Drone Sendiri Dari Barang Bekas).

Sebagai contoh untuk membuat drone sendiri, anda bisa memulai membuat drone sederhana dari Tamiya. (Baca juga : Membuat Drone Sederhana Dari Tamiya ).

Nah, itulah Cara Kerja Drone yang perlu sobat ketahui. Selamat mencoba.

Referensi :
"mbengkelyuk.blogspot.com / itoday.com / dan berbagai sumber lainnya."

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »