Urutan Snapdragon, Dari Terendah Hingga Tertinggi Saat Ini

Urutan Snapdragon menjadi salah satu patokan paling mudah untuk memahami performa HP Android. Dengan mengenali urutan Snapdragon dari terendah sampai terbaru, kamu bisa menilai chipset mana yang cocok untuk kebutuhan harian, gaming, atau kelas flagship.

Tingkatan Snapdragon juga penting karena tidak semua chipset dibuat untuk beban yang sama. Ada yang dirancang untuk HP murah, ada yang untuk kelas menengah, dan ada pula yang dibuat sebagai chipset Snapdragon tertinggi dengan performa premium.

Ringkasan Penting tentang Urutan Processor Snapdragon

  • Snapdragon adalah chipset penting yang sangat memengaruhi performa HP Android.
  • Urutan Snapdragon dari terendah sampai tertinggi membantu kamu memahami kelas tiap perangkat dengan lebih cepat.
  • Setiap seri Snapdragon punya target penggunaan yang berbeda, mulai dari kebutuhan ringan sampai flagship.
  • Semakin tinggi serinya, biasanya semakin kuat performa, efisiensi, dan kemampuan gaming yang ditawarkan.
  • Memahami urutan Snapdragon membuat kamu lebih mudah memilih HP yang sesuai kebutuhan dan budget.
Urutan Chipset Snapdragon
Infografis urutan dan tingkatan chipset Snapdragon dari Qualcomm

Snapdragon adalah keluarga chipset buatan Qualcomm yang banyak dipakai di HP Android untuk mengatur kinerja utama perangkat, mulai dari kecepatan, efisiensi daya, sampai kemampuan grafis.

Chipset ini sering dijadikan acuan karena tiap generasinya punya kelas performa yang berbeda, sehingga mudah dipakai untuk menilai apakah sebuah HP termasuk entry-level, menengah, atau flagship.

Secara umum, urutan Snapdragon bergerak dari kelas rendah ke kelas tinggi, lalu naik ke seri flagship modern dengan penamaan Gen. Itu sebabnya kamu akan sering melihat seri 2, 4, 6, 7, dan 8 sebagai penanda utama dalam urutan chipset Snapdragon.

Namun, TeknoPlug sering melihat banyak orang menilai HP hanya dari angka chipset tanpa benar-benar paham posisinya. Padahal, urutan Snapdragon dan tingkatan Snapdragon sangat penting karena chipset ini langsung memengaruhi pengalaman pakai smartphone, mulai dari kecepatan buka aplikasi, kelancaran multitasking, sampai performa saat bermain game.

Masalah yang sering muncul adalah banyak pengguna membeli smartphone hanya berdasarkan harga, desain, atau iklan, lalu baru sadar kalau prosesor Snapdragon di dalamnya ternyata tidak sesuai kebutuhan. Akibatnya, HP terasa lambat, cepat panas, tidak nyaman untuk gaming, atau performanya menurun saat dipakai jangka panjang, padahal masalahnya sering ada pada kelas chipset yang dipilih sejak awal.

Selain itu, banyak orang juga bingung saat melihat nama seperti Snapdragon 8 Gen 3 atau seri flagship lain yang terdengar mirip tetapi sebenarnya berbeda kelas dan generasi. Ini karena chipset Snapdragon seri 2, 4, 6, 7, dan 8 punya target pengguna yang berbeda dan tidak bisa disamakan begitu saja.

Bagi TeknoPlug, cara paling mudah memahami urutan ini adalah dengan melihatnya sebagai tangga performa. Semakin besar kelasnya, biasanya semakin tinggi pula tenaga yang diberikan, meski tetap harus dilihat juga dari generasi, optimasi software, dan sistem pendinginan HP tersebut.

Kalau kamu ingin memilih perangkat dengan lebih aman, memahami chipset Snapdragon membantu kamu membedakan mana yang cocok untuk pemakaian ringan, mana yang pas untuk harian, dan mana yang benar-benar kuat untuk gaming.

Memahami tingkatan prosesor Snapdragon dan urutan Snapdragon secara keseluruhan, juga akan membantu kamu lebih mudah membaca spesifikasi HP, membandingkan performa, dan menghindari salah beli karena hanya mengandalkan angka tanpa konteks.

Jadi, memahami Snapdragon tertinggi, seri menengah, dan seri entry-level bukan cuma soal teknis, tetapi soal menghindari keputusan beli yang merugikan. Dengan tahu polanya, kamu bisa membaca performa prosesor HP lebih cepat dan memilih perangkat yang sesuai kebutuhan, bukan hanya ikut tren.

Apa itu Snapdragon?

Snapdragon adalah system-on-chip (SoC) buatan Qualcomm, yaitu satu chip yang berisi banyak komponen penting untuk menjalankan smartphone. Di dalamnya ada CPU core untuk memproses tugas utama, GPU untuk grafis, modem untuk koneksi seluler, serta unit lain yang mendukung kamera, AI, dan efisiensi daya.

Secara teknis, Snapdragon bukan hanya “nama prosesor”, melainkan platform yang menggabungkan CPU, GPU Adreno, modem, dan komponen lain dalam satu paket. Itulah sebabnya urutan chipset Snapdragon, urutan prosesor Snapdragon, tingkatan prosesor Snapdragon, dan chipset hp terbaik sering saling berkaitan saat seseorang memilih smartphone.

CPU di dalam Snapdragon biasanya terdiri dari beberapa core yang bekerja bersama untuk membagi beban kerja. Core inti ini menangani hal-hal seperti membuka aplikasi, menjalankan sistem operasi, dan memproses tugas harian agar HP tetap responsif.

Bagian GPU pada Snapdragon berfungsi mengolah grafis, terutama untuk game, animasi antarmuka, video, dan rendering visual. Itulah sebabnya banyak orang membahas performa Snapdragon dari sisi gaming, karena GPU sangat memengaruhi kelancaran frame dan kualitas tampilan.

Modem adalah bagian yang mengatur koneksi jaringan seperti 4G, 5G, Wi-Fi, dan komunikasi data lain. Komponen ini penting karena membuat Snapdragon bukan hanya cepat dalam memproses, tetapi juga andal dalam konektivitas.

Snapdragon biasanya juga punya komponen pendukung untuk kamera, pemrosesan sinyal gambar, dan fitur AI. Jadi, Snapdragon bukan sekadar prosesor biasa, melainkan chip terpadu yang menggabungkan banyak fungsi penting dalam satu paket.

Kalau TeknoPlug menyedarhanakannya, Snapdragon itu otak utama smartphone yang terdiri dari beberapa bagian kerja: CPU untuk komputasi, GPU untuk grafis, modem untuk jaringan, dan sistem pendukung lain untuk fitur modern. Karena desainnya seperti ini, Snapdragon sangat menentukan apakah sebuah HP terasa cepat, hemat daya, dan enak dipakai atau tidak.

Siapa Yang Membuat Chipset Processor Snapdragon?

Snapdragon dibuat oleh Qualcomm, perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat yang berbasis di San Diego, California. Dalam pembahasan chipset Snapdragon dan prosesor Snapdragon, nama Qualcomm selalu muncul karena merek inilah yang mengembangkan platform tersebut dari awal.

Qualcomm membangun Snapdragon sebagai keluarga system-on-chip untuk perangkat mobile. Artinya, satu chip ini tidak hanya berisi otak pemrosesan, tetapi juga komponen lain yang dibutuhkan agar smartphone bisa berjalan dengan efisien.

Posisi Qualcomm di industri ini sangat kuat karena mereka tidak hanya fokus pada chip, tetapi juga teknologi konektivitas dan modem. Itulah sebabnya qualcomm snapdragon sering dipandang sebagai paket lengkap, bukan sekadar nama prosesor.

Nama Qualcomm memberi konteks bahwa chipset hp Snapdragon terbaru lahir dari perusahaan yang memang lama bermain di teknologi mobile dan komunikasi.

Di pasar smartphone, nama Qualcomm sering dikaitkan dengan kelas performa yang konsisten. Karena itu, saat orang mencari rekomendasi smartphone dengan terbaik, urutan chipset Snapdragon atau tingkatan prosesor Snapdragon hampir selalu menjadi titik awal pembahasan.

Kapan Chipset Snapdragon Dibuat dan Bagaimana Perkembangannya?

Snapdragon lahir dari kebutuhan akan chipset mobile yang lebih kuat, lebih efisien, dan lebih siap menghadapi perkembangan smartphone. Pada masa awal ponsel pintar, produsen butuh system-on-chip yang tidak hanya cepat, tetapi juga hemat daya dan mampu menangani konektivitas modern.

Secara historis, lini prosesor Snapdragon pertama kali diumumkan ke publik pada tanggal 14 November 2006. Inisiatif besar ini dipelopori oleh Qualcomm, yang saat itu didorong oleh visi sang CEO, Paul Jacobs. Ia dan tim insinyur Qualcomm memprediksi bahwa perangkat seluler masa depan akan membutuhkan cip yang sanggup menggabungkan performa komputasi layaknya PC, grafis yang mumpuni, dan akses internet cepat dalam satu wadah tanpa menguras baterai.

Qualcomm menjadi pihak pengembang yang membawa Snapdragon ke pasar perangkat mobile. Perusahaan ini merancang Snapdragon sebagai platform terintegrasi, bukan sekadar prosesor, sehingga satu chip bisa menangani komputasi, grafis, jaringan, dan fungsi pendukung lain.

Pada generasi awal, Snapdragon hadir dengan model-model yang masih sederhana dibanding lini modern sekarang, yang kemudian mulai dikirimkan ke pabrikan ponsel (seperti cip QSD8250 berkecepatan 1GHz) menjelang akhir tahun 2008. Di fase ini, fokus utamanya adalah membangun fondasi performa untuk perangkat mobile yang saat itu mulai berkembang cepat.

Seiring waktu, Qualcomm mengubah Snapdragon dari chip awal yang lebih teknis menjadi keluarga produk yang lebih mudah dibaca pengguna. Pergeseran ini membuat pembahasan seperti urutan chipset Snapdragon, tingkatan Snapdragon, dan chipset hp Snapdragon terbaru jadi lebih gampang dipahami.

Perubahan nama dari model awal ke seri numerik dan generasi baru menandai evolusi besar Snapdragon. Dari sini, kamu bisa melihat bagaimana prosesor Snapdragon berkembang dari platform mobile dasar menjadi chipset Snapdragon modern yang dipakai di banyak HP Android kelas bawah sampai flagship.

Apa Fungsi Snapdragon pada HP Android?

Snapdragon berfungsi sebagai pusat kendali utama yang menentukan bagaimana HP Android bekerja. Di dalamnya ada CPU untuk komputasi, GPU Adreno untuk grafis, modem untuk koneksi, dan blok pemrosesan lain untuk kamera serta AI.

Dalam pemakaian sehari-hari, prosesor Snapdragon memengaruhi seberapa cepat aplikasi terbuka, seberapa lancar multitasking berjalan, dan seberapa stabil sistem terasa. Karena itu, banyak orang menilai performa prosesor HP dari seri chipset yang dipakai perangkat tersebut.

Untuk gaming, fungsi Snapdragon menjadi makin terasa karena GPU dan efisiensi termal ikut menentukan kenyamanan bermain. Saat game berat dijalankan, chipset Snapdragon yang lebih tinggi biasanya lebih sanggup menjaga frame rate dan suhu perangkat tetap terkendali.

Snapdragon juga berpengaruh pada kualitas kamera melalui image signal processing. Hasil foto dan video sering lebih optimal karena chipset membantu mengolah warna, detail, HDR, dan stabilisasi dengan lebih cepat.

Selain itu, Snapdragon ikut menentukan daya tahan baterai lewat efisiensi arsitektur dan pengelolaan beban kerja. Itulah sebabnya urutan prosesor Snapdragon penting dipahami, karena beda generasi bisa memberi dampak besar pada pengalaman pakai HP Android.

Apa Struktur dan Arsitektur Snapdragon Awal dan Terbaru?

Snapdragon awal dibangun di atas arsitektur CPU Scorpion, yang menjadi fondasi penting Qualcomm di era awal mobile chip. Scorpion dipakai untuk memberi kombinasi performa dan efisiensi yang lebih baik pada smartphone generasi awal sebelum Qualcomm beralih ke desain yang lebih maju.

Setelah Scorpion, Qualcomm mengembangkan arsitektur Krait untuk meningkatkan performa per inti, efisiensi daya, dan fleksibilitas desain di kelas mobile. Krait menjadi langkah besar karena Qualcomm mulai benar-benar membedakan diri dari chip mobile biasa dengan pendekatan arsitektur yang lebih matang dan agresif.

Perkembangan berikutnya membawa Qualcomm ke era Kryo, yang menandai pergeseran Snapdragon menuju arsitektur yang lebih modern dan dekat dengan kebutuhan flagship. Di fase ini, Qualcomm mulai memadukan inti performa dan inti hemat daya secara lebih canggih, sehingga Snapdragon bisa menangani beban harian, gaming, dan tugas berat dengan lebih baik.

Pada generasi terbaru, Snapdragon memakai kombinasi arsitektur CPU modern yang terus diperbarui dari generasi ke generasi, termasuk pendekatan custom core yang makin matang. Fokusnya bukan hanya jumlah core, tetapi juga bagaimana core-core itu disusun agar performa tinggi tetap hemat daya dan suhu tetap terkendali.

Kalau melihat sisi fisik chip, Snapdragon berkembang dari chip dengan fabrikasi yang lebih besar menuju proses manufaktur yang jauh lebih kecil dan padat. Ini membuat transistor lebih rapat, konsumsi daya lebih efisien, dan performa per watt jauh lebih baik dibanding generasi awal.

Dari sisi spek, pembahasan arsitektur Snapdragon juga mencakup jumlah core CPU, GPU Adreno, modem, cache, dan blok pemrosesan lain yang menyatu dalam satu SoC. Jadi, saat orang membandingkan Snapdragon lama dan terbaru, yang dibandingkan bukan hanya angka core, tetapi juga desain arsitektur, efisiensi fabrikasi, dan cara chip itu dibangun untuk kebutuhan mobile modern.

Scorpion

Scorpion adalah arsitektur CPU awal yang dipakai Qualcomm pada chipset Snapdragon generasi pertama, dan mulai muncul pada 2007. Arsitektur ini menjadi fondasi penting karena Qualcomm saat itu butuh desain yang cukup kuat untuk perangkat mobile, tetapi tetap hemat daya.

Pada fase ini, fokus utama Scorpion bukan mengejar jumlah core besar seperti era modern. Yang lebih penting adalah keseimbangan antara performa dasar, konsumsi daya, dan kemampuan menjalankan smartphone generasi awal dengan stabil.

Krait

Krait hadir sebagai penerus Scorpion dan mulai digunakan pada chipset Snapdragon sekitar 2011. Qualcomm menghadirkan Krait untuk meningkatkan performa per inti, efisiensi daya, dan fleksibilitas arsitektur pada perangkat mobile yang mulai makin kompleks.

Dibanding Scorpion, Krait terasa lebih matang untuk beban kerja yang lebih berat. Inilah salah satu titik penting ketika Snapdragon mulai dilihat sebagai chip yang bukan hanya fungsional, tetapi juga kompetitif di kelas performa.

Kryo

Kryo menjadi nama arsitektur CPU Qualcomm yang lebih modern dan mulai dipakai pada era Snapdragon flagship sekitar 2016. Di fase ini, Qualcomm bergerak ke pendekatan yang lebih canggih dengan mengombinasikan inti performa dan inti hemat daya secara lebih efektif.

Kryo juga menandai pergeseran Snapdragon menuju efisiensi yang lebih serius di kelas atas. Arsitektur ini membantu Snapdragon menangani gaming, multitasking, dan beban berat lain tanpa mengorbankan efisiensi secara berlebihan.

Arsitektur terbaru Snapdragon

Arsitektur terbaru Snapdragon terus berkembang dari generasi ke generasi dan masuk ke era flagship modern sejak 2021 dengan penamaan 8 Gen. Pada tahap ini, Qualcomm menekankan performa tinggi, efisiensi termal, AI yang lebih kuat, dan kemampuan grafis yang lebih matang.

Chipset terbaru tidak lagi hanya dinilai dari core CPU, tetapi juga dari desain keseluruhan SoC, fabrikasi yang lebih kecil, dan pengelolaan daya yang lebih pintar. Itulah sebabnya Snapdragon modern terasa jauh lebih siap untuk gaming berat, kamera canggih, dan penggunaan harian yang intensif.

Perbedaan tiap generasi

Perbedaan utama tiap generasi Snapdragon terlihat dari jumlah core yang dipakai, cara core itu dibagi untuk tugas berat dan ringan, serta efisiensi fabrikasi yang semakin kecil. Semakin maju generasinya, biasanya performa per watt makin baik dan panas lebih mudah dikendalikan.

Di era awal, chip masih fokus pada fungsi dasar dan efisiensi sederhana, sedangkan di era terbaru Snapdragon sudah dirancang untuk menangani beban besar dengan stabil. Karena itu, memahami evolusi dari Scorpion, Krait, Kryo, sampai arsitektur terbaru sangat penting untuk membaca perkembangan chipset Snapdragon secara utuh.

Kenapa Snapdragon sering dijadikan acuan performa?

Snapdragon sering dijadikan acuan performa karena lini produknya punya kelas yang mudah dipahami. Dari seri rendah sampai flagship, orang bisa membaca posisi chipset tanpa harus menebak terlalu jauh.

Banyak reviewer dan pengguna memakai Snapdragon sebagai pembanding karena hasilnya relatif mudah dilihat di penggunaan nyata. Saat orang membahas urutan processor Snapdragon dari terendah sampai tertinggi, mereka biasanya sedang mencari gambaran cepat soal kekuatan sebuah HP.

Reputasi Snapdragon juga terbentuk karena banyak model flagship memakai chipset ini. Akibatnya, ketika orang mendengar Snapdragon tertinggi atau seri terbaru, mereka langsung mengaitkannya dengan performa tinggi dan fitur premium.

Selain itu, Snapdragon dikenal punya optimasi yang kuat di sisi grafis dan ekosistem game. Kombinasi CPU, GPU Adreno, dan modem yang matang membuat banyak orang menganggapnya sebagai acuan saat membandingkan chipset hp terbaik.

Namun, acuan performa tidak hanya soal angka benchmark. Dalam praktiknya, urutan chipset Snapdragon dipakai karena cukup mewakili kelas penggunaan, mulai dari harian ringan sampai gaming berat dan kerja intensif.

Cara Membaca Penamaan Snapdragon

Panduan singkat untuk memahami kelas chipset Qualcomm

1) Angka Utama

Angka di depan menunjukkan kelas performa chipset. Semakin besar angkanya, biasanya semakin tinggi posisinya dalam keluarga Snapdragon.

2) Seri 2

Kelas entry-level untuk kebutuhan dasar seperti chat, browsing, media sosial, dan pemakaian ringan.

Contoh model: Snapdragon 208, Snapdragon 212, Snapdragon 215.

3) Seri 4

Masih kelas bawah, tetapi lebih stabil untuk penggunaan harian dibanding seri 2.

Contoh model: Snapdragon 425, Snapdragon 429, Snapdragon 460, Snapdragon 480.

4) Seri 6

Kelas menengah yang seimbang untuk aktivitas harian, multitasking, dan game kasual.

Contoh model: Snapdragon 625, Snapdragon 660, Snapdragon 680, Snapdragon 685, Snapdragon 695.

5) Seri 7

Kelas menengah atas yang lebih kuat untuk gaming ringan sampai menengah dan penggunaan berat.

Contoh model: Snapdragon 710, Snapdragon 720G, Snapdragon 730G, Snapdragon 7 Gen 1, Snapdragon 7s Gen 2.

6) Seri 8

Kelas flagship untuk performa tertinggi, grafis kuat, dan fitur premium.

Contoh model: Snapdragon 800, 801, 835, 845, 855, 865, 888, 8 Gen 1, 8 Gen 2, 8 Gen 3, 8 Elite.

7) Format Gen

Label Gen dipakai untuk generasi baru di kelas flagship.

Contoh: Snapdragon 8 Gen 1, 8+ Gen 1, 8 Gen 2, 8 Gen 3.

8) Tanda Tambahan

Simbol seperti +, s, dan G menandakan varian khusus, versi penyempurnaan, atau penyesuaian performa.

Contoh: 855+, 888+, 7s Gen 2, 720G, 730G.

9) Cara Cepat Membaca

Baca angka utamanya dulu, lalu lihat label tambahannya untuk memahami kelas, generasi, dan posisinya dalam lineup Snapdragon.

Contoh singkat: Snapdragon 215 = entry-level, Snapdragon 695 = menengah, Snapdragon 7 Gen 1 = menengah atas, Snapdragon 8 Gen 3 = flagship.

Snapdragon memakai sistem penamaan yang menunjukkan kelas performa, generasi, dan posisi produk dalam lini Qualcomm. Cara membacanya tidak cukup hanya melihat angka paling depan, karena pada beberapa generasi ada juga label tambahan seperti G, +, s, Gen, dan Elite yang mengubah arti performanya.

Seri 2 berada di kelas paling dasar, biasanya untuk perangkat yang mengejar efisiensi biaya dan pemakaian ringan. Seri 4 naik satu level dengan performa harian yang lebih stabil, seri 6 masuk kelas menengah yang seimbang, seri 7 menyasar pengguna yang ingin tenaga lebih besar, dan seri 8 adalah keluarga flagship yang diposisikan untuk performa tertinggi.

Yang sering jarang dibahas adalah bahwa angka seri tidak berdiri sendiri sebagai ukuran mutlak, karena generasi di dalam seri yang sama bisa berbeda jauh. Contohnya, Snapdragon 6 lama tidak otomatis selevel dengan Snapdragon 6 Gen terbaru, karena perubahan proses fabrikasi, desain inti, modem, dan GPU bisa membuat lompatan performa yang signifikan.

Format Gen dipakai Qualcomm untuk menandai generasi baru di kelas tertentu, terutama pada lini premium. Jadi, Snapdragon 8 Gen 3 bukan sekadar 8 yang lebih tinggi, tetapi generasi ketiga dari keluarga 8 modern yang biasanya membawa peningkatan pada CPU, GPU, AI, dan efisiensi daya.

Ada juga penanda yang sering membingungkan, seperti + dan s, karena keduanya bukan sekadar tempelan nama. Tanda + umumnya menunjukkan versi penyempurnaan dari generasi yang sama, sedangkan s biasanya menandakan varian yang sedikit dipangkas atau disesuaikan agar lebih seimbang dari sisi harga dan performa.

Cara cepat mengenali kelas chipset dari namanya adalah membaca angka utama terlebih dahulu, lalu cek label tambahannya. Kalau tertulis 2xx atau 4xx, itu biasanya kelas bawah; 6xx berarti menengah; 7xx berarti menengah atas; sedangkan 8xx atau 8 Gen masuk kelas flagship.

Hal penting lain yang sering terlewat adalah bahwa Snapdragon bukan hanya soal CPU, melainkan paket SoC yang mencakup GPU, modem, ISP kamera, dan blok pemrosesan lain. Karena itu, dua chipset dengan angka yang mirip belum tentu punya pengalaman yang sama, terutama untuk gaming, suhu, dan kestabilan pemakaian jangka panjang.

Dengan memahami pola ini, kamu tidak hanya tahu cara membaca nama Snapdragon, tetapi juga bisa menilai posisi sebuah chipset tanpa harus menghafal semua model satu per satu.

Ini penting sebelum masuk ke daftar lengkap urutan Snapdragon dari awal sampai tertinggi, karena nanti setiap model akan lebih mudah ditempatkan secara logis.

Urutan Chipset Snapdragon Dari Generasi Awal Sampai Terbaru

Berikut urutan prosesor Snapdragon dari generasi awal sampai terbaru, dimulai dari era S1 hingga lini flagship modern seperti 8 Gen dan 8 Elite. TeknoPlug menyusun daftar ini secara kronologis agar perkembangan tiap generasi, termasuk jumlah core, arsitektur, grafis, dan arah peningkatan performanya, lebih mudah diikuti.

Era Snapdragon S1

Snapdragon S1 mulai dipakai di smartphone sekitar tahun 2009 sebagai generasi pertama prosesor Snapdragon untuk ponsel entry-level. Chip ini umumnya membawa 1 core CPU berbasis ARM11 atau Cortex-A5 dengan arsitektur ARMv6/v7, dipadukan dengan GPU Adreno 200 yang sangat sederhana untuk telepon, SMS, browsing, dan aplikasi ringan.

Target utamanya adalah perangkat murah dan hemat daya, sehingga performanya jauh lebih fokus pada efisiensi daripada kecepatan. Saat ini, Snapdragon S1 sudah tidak dipakai lagi di smartphone baru.

Era Snapdragon S2

Snapdragon S2 hadir sekitar 2010 sebagai penerus S1 untuk smartphone yang lebih bertenaga dan menyasar kelas menengah awal. Chip ini masih memakai konfigurasi 1 core, tetapi clock speed lebih tinggi dan GPU Adreno yang lebih baik untuk antarmuka serta multimedia yang lebih kompleks.

Dari sisi arsitektur, S2 tetap berada di keluarga awal ARMv7 dengan pendekatan performa yang sederhana namun lebih responsif. Sekarang, Snapdragon S2 juga sudah tidak digunakan lagi pada smartphone modern.

Era Snapdragon S3

Snapdragon S3 mulai dipakai sekitar 2011–2012 untuk smartphone dan tablet yang membutuhkan multitasking lebih berat. Generasi ini memakai 1 core CPU yang lebih kencang dibanding pendahulunya, dengan GPU Adreno yang lebih kuat untuk menjalankan aplikasi dan game yang lebih menuntut.

Arsitekturnya masih berbasis ARMv7, tetapi Qualcomm mulai menonjolkan peningkatan performa grafis dan respons sistem. Snapdragon S3 kini sudah tergolong lawas dan tidak dipakai lagi di smartphone baru.

Era Snapdragon S4

Snapdragon S4 diperkenalkan sekitar 2012 sebagai lompatan besar karena membawa arsitektur CPU Krait buatan Qualcomm sendiri. Pada generasi ini, core CPU mulai hadir dalam konfigurasi yang lebih matang, sementara GPU Adreno meningkat cukup signifikan untuk flagship pada masanya.

Target utamanya adalah smartphone kelas atas dan perangkat premium yang butuh tenaga lebih besar serta efisiensi daya yang lebih baik. Snapdragon S4 juga sudah tidak dipakai lagi di smartphone baru, tetapi penting karena menjadi fondasi transisi ke era Snapdragon modern.

Masuk ke Snapdragon 200 Series

Snapdragon 200 Series mulai diperkenalkan pada 2013 sebagai penamaan baru Qualcomm untuk kelas entry-level. Seri ini umumnya memakai konfigurasi 1 hingga 4 core, dengan arsitektur ARM Cortex-A5, Cortex-A7, atau varian lain yang hemat daya, serta GPU Adreno kelas dasar.

Fokus utamanya adalah harga murah, efisiensi, dan kebutuhan dasar seperti chatting, browsing, dan media sosial. Banyak model lama sudah tidak dipakai lagi, tetapi beberapa perangkat murah masih sempat memakai turunannya di tahun-tahun berikutnya.

Snapdragon 400 Series

Snapdragon 400 Series juga mulai muncul pada 2013–2014 sebagai kelas entry-level yang sedikit lebih matang daripada seri 2. Seri ini biasanya memakai 4 core atau 8 core, tergantung generasinya, dengan arsitektur ARM Cortex-A7, A53, atau setara, plus GPU Adreno sederhana.

Target pengguna seri ini adalah pemilik smartphone murah yang tetap ingin pengalaman harian yang stabil. Sebagian model lama sudah tidak dipakai lagi, tetapi varian seperti 460 dan 480 sempat dipakai di HP entry-level modern.

Snapdragon 600 Series

Snapdragon 600 Series pertama kali hadir pada 2013 sebagai kelas menengah yang serba bisa. Seri ini umumnya membawa 4 hingga 8 core, dengan arsitektur ARM Cortex atau Kryo, serta GPU Adreno yang lebih kuat dibanding seri di bawahnya.

Seri ini ditujukan untuk pengguna yang ingin keseimbangan antara harga, performa, dan efisiensi untuk multitasking, streaming, dan gaming ringan. Banyak model lama sudah bergeser ke kelas lama, tetapi beberapa seperti 660, 680, dan 695 masih sempat dipakai di perangkat yang lebih baru.

Snapdragon 700 Series

Snapdragon 700 Series mulai dipakai sekitar 2018 sebagai jembatan antara seri 600 dan 800. Seri ini biasanya memakai 8 core dengan arsitektur Kryo berbasis ARM Cortex, serta GPU Adreno yang lebih kuat untuk performa menengah atas.

Targetnya adalah pengguna yang ingin rasa flagship tanpa harga flagship, terutama untuk gaming, kamera, dan multitasking berat. Seri ini masih cukup relevan di smartphone kelas menengah premium, meski model yang paling baru kini banyak bergeser ke penamaan 7 Gen.

Snapdragon 8 Series

Snapdragon 8 Series mulai digunakan sebagai branding flagship modern pada 2021, menggantikan fokus lama yang dulu melekat pada 800 Series. Seri ini umumnya membawa 8 core dengan arsitektur Kryo, lalu bergeser ke Oryon pada generasi terbaru, serta GPU Adreno kelas atas.

Chipset ini ditujukan untuk smartphone premium dengan kebutuhan gaming berat, kamera canggih, dan AI yang lebih maju. Seri 8 masih sangat dipakai di smartphone flagship modern, terutama 8 Gen 2, 8 Gen 3, dan 8 Elite.

Generasi Snapdragon 7 Gen

Snapdragon 7 Gen diperkenalkan pada 2022 sebagai penyegaran penamaan untuk kelas menengah atas. Seri ini tetap memakai 8 core, dengan arsitektur Kryo berbasis ARMv9 dan GPU Adreno modern yang mengejar efisiensi sekaligus performa tinggi.

Fokusnya adalah pengguna yang ingin performa mendekati flagship tetapi tetap hemat daya dan lebih terjangkau. Seri ini masih dipakai di banyak smartphone mid-range premium hingga sekarang.

Generasi Snapdragon 8 Gen

Snapdragon 8 Gen dimulai pada 2021 dengan 8 Gen 1, lalu berlanjut ke 8 Gen 2 dan 8 Gen 3. Seri ini memakai 8 core dengan kombinasi prime, performance, dan efficiency core, lalu menggunakan arsitektur Kryo atau Oryon tergantung generasinya, serta GPU Adreno terbaru.

Targetnya adalah performa tertinggi untuk gaming, fotografi, video, dan AI. Seri ini masih menjadi tulang punggung smartphone flagship modern di pasar Android.

Era Snapdragon 8 Elite

Snapdragon 8 Elite diperkenalkan pada 2024 sebagai puncak terbaru lini Snapdragon flagship. Chipset ini memakai 8 core berbasis Oryon dengan dua prime core dan enam performance core, dipadukan dengan GPU Adreno generasi baru yang mendukung ray-tracing dan performa grafis sangat tinggi.

Fokusnya adalah pengguna premium yang menginginkan performa maksimal, efisiensi lebih baik, dan kemampuan AI serta gaming paling mutakhir. Snapdragon 8 Elite masih sangat relevan untuk smartphone flagship terbaru.

Urutan Seri Snapdragon Dari Terendah Sampai Tertinggi

Urutan performa Snapdragon dari yang terendah sampai tertinggi adalah seri 2, seri 4, seri 6, seri 7, lalu seri 8. Dalam penamaan modern, Qualcomm juga memakai 7 Gen, 8 Gen, dan 8 Elite untuk menandai generasi baru di kelas menengah atas dan flagship.

Snapdragon Seri 2

Snapdragon seri 2 mulai diperkenalkan pada 2013 sebagai kelas paling dasar di lini Snapdragon. Seri ini umumnya memakai 1 hingga 4 core, dengan arsitektur hemat daya seperti Cortex-A5 atau A7, dan GPU Adreno kelas dasar.

Target penggunanya adalah perangkat murah untuk kebutuhan ringan seperti chat dan browsing. Hampir semua model seri 2 sekarang sudah tidak dipakai lagi di smartphone baru.

Snapdragon Seri 4

Snapdragon seri 4 juga mulai muncul pada 2013–2014 sebagai kelas entry-level yang lebih baik dari seri 2. Seri ini biasanya memakai 4 core atau 8 core, dengan arsitektur ARM Cortex yang hemat daya dan GPU Adreno sederhana.

Seri ini cocok untuk ponsel murah yang tetap ingin lancar dipakai harian. Beberapa model lama sudah ditinggalkan, tetapi varian tertentu masih sempat hadir di HP entry-level modern.

Snapdragon Seri 6

Snapdragon seri 6 pertama kali hadir pada 2013 sebagai kelas menengah bawah yang seimbang. Seri ini umumnya memakai 4 hingga 8 core, dengan arsitektur ARM Cortex atau Kryo, dan GPU Adreno yang lebih baik dari seri 4.

Seri ini menyasar pengguna yang ingin ponsel terjangkau tetapi tetap cukup kuat untuk multitasking, multimedia, dan game kasual. Banyak model lama sudah tidak dipakai, tetapi beberapa varian terbaru masih relevan di kelas menengah hemat biaya.

Snapdragon Seri 7

Snapdragon seri 7 mulai muncul pada 2018 sebagai kelas menengah atas. Seri ini biasanya membawa 8 core, arsitektur Kryo berbasis ARMv8 atau ARMv9, serta GPU Adreno yang lebih bertenaga untuk gaming dan pemrosesan kamera.

Targetnya adalah pengguna yang menginginkan performa dekat flagship tanpa harga tinggi. Seri ini masih dipakai di banyak smartphone mid-range premium sekarang.

Snapdragon Seri 8

Snapdragon seri 8 sebagai kelas flagship modern mulai digunakan pada 2021. Seri ini memakai 8 core dengan arsitektur Kryo atau Oryon, dan GPU Adreno kelas atas yang jauh lebih kuat dibanding seri di bawahnya.

Seri ini ditujukan untuk smartphone premium dengan kebutuhan gaming berat, kamera canggih, dan AI tingkat tinggi. Hingga sekarang, seri 8 masih menjadi pilihan utama untuk flagship Android.

Lalu, apa chipset Snapdragon terbaik untuk smartphone kamu?

Urutan Snapdragon terbaik untuk kebutuhan tertentu

Berikut pilihan chipset Snapdragon terbaik berdasarkan kebutuhan penggunaan, mulai dari gaming, kamera, baterai, hingga kelas flagship dan menengah. Ini karena setiap kebutuhan punya chipset yang unggul di bidangnya sendiri, jadi tidak semua Snapdragon terbaik harus selalu yang paling mahal atau paling baru.

Snapdragon terbaik untuk gaming

Snapdragon 8 Elite adalah pilihan paling kencang untuk gaming karena membawa CPU Oryon, GPU Adreno generasi baru, dan efisiensi tinggi untuk beban berat. Di bawahnya, Snapdragon 8 Gen 3, 8 Gen 2, dan 8+ Gen 1 juga sangat kuat untuk game berat, stabil di frame rate tinggi, dan cocok untuk HP flagship gaming.

Snapdragon terbaik untuk kamera

Snapdragon 8 Elite dan Snapdragon 8 Gen 3 unggul untuk kamera karena punya pemrosesan AI dan ISP yang sangat kuat. Jika mencari kelas di bawah flagship, Snapdragon 7+ Gen 2 dan 7 Gen 3 juga cukup bagus untuk pemrosesan foto dan video yang lebih cepat.

Snapdragon terbaik untuk baterai

Snapdragon 8+ Gen 1 dikenal sangat efisien karena peningkatan fabrikasi dan manajemen daya yang lebih baik. Untuk kelas yang lebih terjangkau, Snapdragon 695, 680, 685, dan 4 Gen 2 termasuk pilihan yang hemat daya untuk penggunaan harian.

Snapdragon terbaik untuk HP flagship

Menurut TeknoPlug, Snapdragon 8 Elite adalah chipset Snapdragon terbaik untuk HP flagship saat ini karena menawarkan performa paling tinggi di lini Android premium. Snapdragon 8 Gen 3 dan 8 Gen 2 juga masih sangat layak untuk flagship karena kencang, stabil, dan punya dukungan fitur modern.

Snapdragon terbaik untuk harga menengah

Untuk urusan harga, TeknoPlug berpendapat Snapdragon 7+ Gen 2, 7 Gen 3, dan 7s Gen 3 adalah pilihan terbaik untuk kelas menengah premium karena performanya dekat flagship tetapi harganya lebih masuk akal. Jika ingin opsi yang lebih hemat, Snapdragon 695 dan 680 tetap menarik untuk performa harian yang stabil.

Urutan Snapdragon terbaik

Urutan Snapdragon terbaik untuk performa paling tinggi saat ini adalah Snapdragon 8 Elite, Snapdragon 8 Gen 3, Snapdragon 8 Gen 2, Snapdragon 8+ Gen 1, lalu Snapdragon 7+ Gen 2 dan Snapdragon 7 Gen 3 untuk kelas menengah atas.

Untuk penggunaan yang lebih hemat daya dan tetap nyaman, Snapdragon 695, 680, 685, dan 4 Gen 2 bisa menjadi pilihan yang lebih seimbang.

Apa Perbedaan Snapdragon dengan MediaTek di Kelas Atas?

Hingga tulisan ini TeknoPlug terbitkan, di kelas atas, Snapdragon 8 Elite dan Dimensity 9400 sama-sama mewakili puncak performa Android, tetapi pendekatan keduanya tidak identik.

Snapdragon biasanya menonjol di performa CPU yang sangat kencang dan dukungan ekosistem yang luas, sedangkan MediaTek sering tampil agresif di performa total, efisiensi, dan beberapa skenario grafis.

Perbedaan pendekatan performa

Snapdragon 8 Elite menunjukkan keunggulan CPU yang jelas di Geekbench 6, dengan skor single-core sekitar 3155 dan multi-core 9723, sedangkan Dimensity 9400 mencatat sekitar 2874 dan 8969 menurut NanoReview. Pada AnTuTu 10, Snapdragon 8 Elite juga mencatat total sekitar 2,743,058, sementara Dimensity 9400 berada di sekitar 2,561,838 pada data pembanding yang sama.

Artinya, Snapdragon 8 Elite lebih unggul untuk tugas yang sangat bergantung pada kekuatan CPU murni, sementara Dimensity 9400 tetap sangat kompetitif dan dalam beberapa pengujian gabungan bisa mengejar atau bahkan melampaui Snapdragon. Dalam data lain dari GSMArena, Dimensity 9400 sempat unggul di beberapa skenario pengujian gabungan, menunjukkan bahwa hasil akhir sangat dipengaruhi unit uji dan skenario benchmark.

Perbedaan ekosistem

Snapdragon punya keunggulan ekosistem karena lebih sering dijadikan acuan oleh vendor, pengembang game, dan pembuat optimasi software. Itu membuat banyak perangkat flagship berbasis Snapdragon terasa lebih konsisten dalam dukungan driver, kompatibilitas game, dan tuning performa jangka panjang.

MediaTek Dimensity 9400 kini sudah jauh lebih matang dibanding generasi lamanya dan sangat layak di kelas premium, tetapi persepsi pasar dan dukungan ekosistem Snapdragon masih lebih kuat di banyak merek flagship. Karena itu, untuk artikel pembanding, Snapdragon sering diposisikan sebagai standar stabilitas, sedangkan MediaTek sebagai penantang agresif yang performanya makin dekat.

Perbedaan untuk gaming dan efisiensi

Untuk gaming, kedua chipset sama-sama sangat kuat, tetapi hasil grafis bisa bergantung pada game dan pengujian yang dipakai. Dalam ringkasan benchmark dari GSMArena, Dimensity 9400 sempat unggul tipis pada beberapa tes GPU-heavy, sementara Snapdragon 8 Elite lebih kuat di CPU murni dan tetap sangat stabil untuk gameplay berat.

Di sisi efisiensi, banyak penguji mencatat bahwa Dimensity 9400 cenderung lebih dingin atau lebih hemat pada kondisi tertentu, sementara Snapdragon 8 Elite sering unggul pada performa mentah. Jika Anda ingin membaca perbandingan angka yang lebih terstruktur, NanoReview juga merangkum hasil uji performa dan efisiensi dalam satu halaman.

Pilihan Snapdragon Terbaik untuk Profesional

Pada akhirnya, penentuan varian Snapdragon yang ideal harus berpijak pada kalkulasi beban kerja spesifik yang dihadapi tim atau organisasi kamu setiap harinya.

Jika mobilitas tinggi menuntut performa tanpa kompromi untuk multitasking intensif dan pemrosesan data berat, mengalokasikan anggaran untuk lini flagship seperti Snapdragon 8 Series adalah langkah investasi yang paling rasional.

Namun, apabila prioritas utama kamu adalah efisiensi operasional jangka panjang dan daya tahan baterai untuk kebutuhan harian, seri Snapdragon 6 atau 7 modern sudah lebih dari cukup untuk menjaga ritme kerja tetap stabil.

Menyelaraskan kapabilitas teknis cip dengan kebutuhan nyata akan memastikan setiap rupiah yang kamu keluarkan mampu memberikan imbal balik berupa efisiensi performa yang optimal.

Previous Post